Dalam berbagai aktivitas fisik yang intens, menjaga kadar air dalam tubuh adalah salah satu faktor penentu keselamatan dan performa seorang atlet. Sayangnya, banyak pemula sering mengabaikan tanda-tanda awal tubuh kekurangan cairan. BAPOMI Nias, dalam misinya mendukung kesejahteraan anak yatim melalui olahraga, mengadakan program sosialisasi khusus untuk Cegah Dehidrasi. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang Pentingnya Cairan bagi tubuh anak-anak saat melakukan berbagai aktivitas olahraga yang menguras energi.
Sering kali, anak-anak di panti asuhan baru minum setelah mereka merasa sangat haus. BAPOMI Nias menjelaskan bahwa rasa haus sebenarnya adalah sinyal keterlambatan dari tubuh, yang berarti proses dehidrasi sudah mulai terjadi. Dalam sosialisasi tersebut, instruktur memberikan teknik sederhana dalam memantau hidrasi, seperti memperhatikan warna urine atau tanda-tanda fisik seperti pusing dan mulut kering saat berolahraga. Penjelasan ini dikemas dengan demonstrasi langsung di lapangan, sehingga anak-anak dapat memahami kapan waktu yang tepat untuk beristirahat dan minum air.
Selama kegiatan berlangsung, BAPOMI juga memberikan tips praktis mengenai cara membawa air minum saat latihan dan pentingnya menghidrasi tubuh secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah banyak. Mereka menekankan bahwa saat cuaca panas, kebutuhan air tubuh meningkat berkali-kali lipat. Edukasi ini bertujuan untuk membekali anak-anak dengan kesadaran akan kesehatan diri sendiri. Dalam dunia olahraga yang kompetitif, pemahaman tentang cara menjaga fungsi tubuh adalah keterampilan yang sama pentingnya dengan teknik menendang bola atau mengoper voli.
Selain sisi medis, BAPOMI Nias juga menyisipkan nilai disiplin dalam kegiatan ini. Mereka mengajarkan bahwa seorang atlet yang profesional selalu siap dengan perlengkapan mereka, termasuk botol air minum pribadi. Kebiasaan kecil yang dibangun sejak dini ini diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak menjadi pribadi yang lebih terencana dan peduli pada kondisi fisik mereka. Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, stamina anak-anak akan lebih terjaga, sehingga mereka bisa berlatih dengan lebih maksimal dan terhindar dari risiko pingsan atau kelelahan ekstrem.
