Proses Evaluasi Sarana Latihan ini mencakup peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, kualitas peralatan tanding, hingga ketersediaan ruang ganti dan fasilitas medis dasar di lingkungan kampus. BAPOMI Nias menemukan bahwa banyak sarana yang masih bersifat ala kadarnya, yang jika terus digunakan dapat meningkatkan risiko cedera bagi atlet mahasiswa. Melalui laporan hasil evaluasi ini, BAPOMI akan memberikan rekomendasi resmi kepada pimpinan universitas untuk mulai melakukan perbaikan atau pengadaan alat yang baru. Fasilitas yang baik adalah hak bagi atlet yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk membela nama baik institusi dan daerah.
Pulau Nias dengan segala keunikan geografisnya memiliki tantangan tersendiri dalam memajukan prestasi olahraga di tingkat perguruan tinggi. Salah satu isu utama yang diangkat oleh BAPOMI Nias dalam agenda strategisnya tahun ini adalah kelayakan fasilitas pendukung atlet. Menyadari bahwa performa juara dunia sekalipun bisa terhambat jika berlatih di tempat yang tidak memadai, tim teknis BAPOMI mulai terjun ke lapangan untuk melakukan audit fisik. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap perguruan tinggi di Nias memiliki sarana pendukung yang minimal memenuhi kriteria keamanan dan efektivitas latihan.
Ambisi besar untuk menghadirkan Evaluasi Sarana Latihan di bumi Nias bukan tanpa alasan. BAPOMI ingin agar saat atlet mahasiswa Nias bertanding di tingkat provinsi atau nasional, mereka tidak merasa asing dengan peralatan yang digunakan di sana. Seringkali, kegagalan atlet di panggung besar bukan karena kurangnya teknik, melainkan karena rasa canggung saat menggunakan peralatan standar internasional yang tidak pernah mereka temui saat latihan di daerah asal. Dengan menyamakan kualitas sarana latihan di kampus dengan standar federasi nasional, mentalitas dan adaptasi atlet akan jauh lebih cepat terbentuk sejak dini.
Penyediaan Sarana yang mumpuni juga diharapkan mampu meningkatkan minat mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan olahraga. Kampus dengan fasilitas olahraga yang lengkap dan modern cenderung memiliki iklim kreativitas yang lebih tinggi. BAPOMI Nias mendorong adanya kolaborasi antar-kampus dalam penggunaan fasilitas tertentu yang bersifat khusus dan mahal. Misalnya, satu kampus dapat menjadi pusat keunggulan untuk cabang olahraga bela diri dengan matras standar kompetisi, sementara kampus lain fokus pada pengembangan lintasan atletik yang layak. Sinergi ini akan mengefisiensikan anggaran daerah tanpa mengorbankan kualitas pembinaan.
