Maraton adalah ujian daya tahan, dan pada jarak sekitar 30-35 kilometer, sebagian besar pelari akan mengalami “dinding maraton” ketika cadangan glikogen utama tubuh habis. Untuk mengatasi momen kritis ini dan mempertahankan kecepatan hingga garis finish, strategi nutrisi dalam lomba, khususnya penggunaan energy gel, menjadi sangat vital. Energy gel adalah Bahan Bakar Maraton yang dirancang untuk memberikan karbohidrat dosis tinggi dan cepat serap untuk menjaga kadar gula darah dan menunda kelelahan. Namun, pengambilan gel yang tidak tepat justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan (runner’s gut), sehingga strategi timing dan hidrasi yang cermat sangatlah diperlukan untuk memastikan gel benar-benar menjadi Bahan Bakar Maraton yang efektif.
Kunci utama dalam menjadikan gel sebagai Bahan Bakar Maraton yang sukses adalah Pengambilan yang Konsisten dan Terukur. Pengambilan gel tidak boleh menunggu hingga pelari merasa lelah; timing harus proaktif. Idealnya, pelari harus mulai mengonsumsi gel setelah 45 hingga 60 menit pertama perlombaan, dan mengulanginya setiap 45 menit setelahnya. Ini memastikan pasokan karbohidrat eksternal mulai masuk ke sistem sebelum cadangan glikogen internal habis sepenuhnya. Satu gel biasanya menyediakan sekitar 20–25 gram karbohidrat. Ibu Rina Dewi, RD, Ahli Gizi Tim Marathon, selalu menyarankan atletnya untuk mengatur jam tangan mereka untuk berbunyi setiap 45 menit, dimulai dari kilometer ke-6, selama perlombaan yang berlangsung pada Hari Minggu.
Aspek kedua yang paling krusial adalah Hidrasi yang Tepat Bersama Gel. Energy gel adalah larutan karbohidrat yang sangat pekat. Jika dikonsumsi tanpa cairan yang memadai, gel akan menarik air dari aliran darah ke usus untuk dicerna, menyebabkan dehidrasi lokal, mual, dan kram perut. Oleh karena itu, setiap gel harus segera diikuti dengan minimal 150-200 ml air (sekitar satu cangkir penuh air yang disediakan di water station). Petugas Medis Tim Lari Jarak Jauh, Bapak Budi Santoso, sering mengingatkan pelari bahwa minuman energi di water station harus dihindari saat mengonsumsi gel biasa, karena kombinasi keduanya dapat menyebabkan terlalu banyak gula masuk ke usus secara bersamaan.
Pelari juga perlu melakukan Uji Coba Gel selama Pelatihan. Tidak semua gel diproduksi sama; beberapa mengandung kafein, beberapa mengandung berbagai jenis gula (maltodekstrin vs. fruktosa), dan beberapa memiliki tekstur yang berbeda. Seorang pelari harus menguji gel pilihan mereka setidaknya tiga kali selama long run yang intensif (misalnya, lari 25 kilometer) pada tiga minggu terakhir masa pelatihan. Pengujian ini memastikan tubuh telah terbiasa mencerna Bahan Bakar Maraton tersebut saat berada di bawah tekanan lomba.
Secara ringkas, energy gel adalah senjata rahasia bagi pelari maraton, namun efektivitasnya bergantung pada disiplin dan pengetahuan. Dengan menguasai timing, hidrasi, dan pemilihan gel yang tepat, pelari dapat mengatasi dinding maraton dan mempertahankan performa tinggi hingga garis finish.
