Dalam olahraga ekstrem, kekuatan mental sering kali menjadi penentu antara keberhasilan dan kegagalan. Mempelajari cara menjaga fokus menjadi sangat krusial, terutama saat melakukan edging di atas pijakan yang lebarnya tidak lebih dari beberapa milimeter. Ketika Anda berada puluhan meter di atas tanah, rasa takut secara alami akan muncul, namun di sinilah ketenangan diperlukan agar kaki tetap stabil menekan pinggiran sepatu pada batuan yang tajam.
Langkah pertama dalam melatih mental ini adalah dengan mengatur pernapasan. Ketegangan sering kali membuat pemanjat menahan napas, yang justru memicu getaran pada otot kaki atau yang sering disebut dengan disco leg. Dengan memahami cara menjaga fokus, Anda bisa mengarahkan kesadaran kembali ke titik tumpuan kaki. Konsentrasi yang terpecah sedikit saja saat melakukan edging dapat menyebabkan perpindahan beban yang tidak disengaja, yang berisiko membuat sepatu tergelincir dari tumpuan kecil tersebut.
Selain pernapasan, visualisasi juga memegang peranan penting. Sebelum melakukan gerakan, lihatlah pijakan tersebut dan bayangkan kaki Anda terkunci rapat di sana. Strategi cara menjaga fokus ini membantu mengurangi kecemasan terhadap ketinggian dan mengalihkan energi otak untuk memproses teknis gerakan. Saat melakukan edging, mata harus tetap tertuju pada titik kontak antara karet sepatu dan batu sampai posisi benar-benar terkunci, barulah mata mencari pegangan tangan berikutnya.
Lingkungan sekitar, seperti suara angin atau teriakan dari bawah, sering kali menjadi distraksi yang mengganggu. Melatih cara menjaga fokus berarti membangun “ruang kedap suara” di dalam pikiran Anda sendiri. Anda harus mampu membedakan antara informasi penting dari belayer dan kebisingan yang tidak perlu. Ketajaman mental ini akan sangat terasa manfaatnya saat melakukan edging pada jalur-jalur teknis yang membutuhkan presisi tinggi namun memiliki perlindungan (protection) yang cukup jauh jaraknya.
Sebagai penutup, ketenangan adalah hasil dari jam terbang. Semakin sering Anda berlatih di situasi yang menantang, semakin otomatis cara menjaga fokus itu akan terbentuk dalam diri Anda. Jangan terburu-buru melakukan gerakan dinamis jika situasi memungkinkan untuk statis. Tetaplah tenang, percaya pada kekuatan ujung kaki Anda, karena saat melakukan edging dengan konsentrasi penuh, dinding yang tadinya terasa mustahil akan menjadi jalur yang bisa ditaklukkan dengan elegan.
