Bagi perenang yang ingin meningkatkan kecepatan, pull buoy bukanlah sekadar alat bantu santai. BAPOMI Nias menekankan bahwa alat ini adalah isolator propulsion terpenting untuk memaksa tubuh bagian atas, dan secara spesifik membangun Kekuatan Pull Set.
Fungsi utama pull buoy adalah meniadakan peran tendangan kaki, yang sering menjadi sumber daya dorong utama yang menutupi kelemahan pada tarikan lengan. Tanpa kick, perenang hanya bisa maju jika tarikan (pull) mereka efisien dan kuat.
Workout dengan pull buoy efektif untuk membangun muscular endurance di bahu, latissimus dorsi, dan core. Dengan menjaga kaki tetap rileks, seluruh energi perenang diarahkan untuk memaksimalkan fase catch dan pull.
BAPOMI Nias merekomendasikan penambahan hand paddles saat melakukan pull set. Kombinasi pull buoy dan paddles meningkatkan hambatan air secara drastis, memberikan overload untuk mengembangkan Kekuatan Pull Set eksplosif.
Manfaat tersembunyi lainnya adalah perbaikan body alignment. Karena kaki terangkat dan stabil, perenang dapat fokus pada rotasi tubuh (body rotation) yang benar, memastikan setiap pull memanfaatkan seluruh rantai otot dari core ke ujung jari.
Latihan spesifik yang dianjurkan adalah Negative Split Pull Set. Lakukan 4 x 100m pull di mana putaran kedua (50m akhir) harus lebih cepat daripada putaran pertama. Ini melatih Kekuatan Pull Set untuk mempertahankan kecepatan saat kelelahan melanda.
Selain itu, pull buoy membantu perenang menemukan dead spot (titik mati) dalam tarikan mereka. Jika laju melambat secara tiba-tiba, itu adalah indikasi tangan keluar terlalu cepat atau catch yang lemah. Fokus pada Early Vertical Forearm (EVF).
Pada akhirnya, penggunaan pull buoy yang benar oleh atlet BAPOMI Nias adalah tentang disiplin dalam isolasi. Ini adalah alat yang memurnikan teknik dan membangun Kekuatan Pull Set yang sesungguhnya, membuktikan pull adalah mesin kecepatan di air.
