Eksplorasi Bakat: Proker Penjaringan Atlet Mahasiswa Kepulauan Nias

Wilayah Kepulauan Nias dikenal memiliki karakteristik fisik masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap alam yang menantang. Potensi ini merupakan modal dasar yang luar biasa untuk melahirkan atlet-atlet hebat, terutama di tingkat mahasiswa. Namun, letak geografis yang terpisah dari daratan utama Sumatera sering kali menjadi kendala dalam penyaluran bakat-bakat tersebut ke kancah yang lebih luas. Menyadari tantangan ini, Bapomi di wilayah Kepulauan Nias meluncurkan program kerja (proker) ambisius yang berfokus pada eksplorasi bakat secara masif dan terstruktur di seluruh perguruan tinggi yang ada di empat kabupaten dan satu kota di Nias.

Program ini diawali dengan kegiatan “Talent Scouting Roadshow”, di mana tim pemandu bakat mendatangi kampus-kampus untuk melakukan tes parameter fisik dasar kepada mahasiswa. Tujuan utama dari penjaringan atlet ini adalah untuk menemukan mutiara terpendam yang mungkin selama ini tidak menyadari potensi atletik mereka karena kurangnya akses informasi. Eksplorasi tidak hanya terbatas pada cabang olahraga populer seperti sepak bola atau voli, tetapi juga merambah ke cabang-cabang yang membutuhkan kekuatan fisik khas masyarakat pesisir dan perbukitan, seperti lari jarak jauh, angkat besi, dan cabang olahraga perairan.

Salah satu inovasi dalam proker ini adalah penggunaan standar penilaian yang objektif dan berbasis data. Setiap mahasiswa yang mengikuti seleksi akan dicatat profil fisiknya ke dalam database regional. Hal ini memungkinkan Bapomi untuk melihat kecenderungan bakat di wilayah tertentu. Misalnya, jika mahasiswa di Nias Selatan memiliki keunggulan pada kekuatan otot kaki akibat budaya lompat batu, maka mereka akan diarahkan secara khusus ke cabang olahraga atletik nomor lompat atau lari gawang. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini membuat proses pencarian bakat menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.

Keberhasilan eksplorasi bakat di Kepulauan Nias juga sangat bergantung pada keterlibatan para dosen olahraga dan pembina UKM di kampus. Bapomi memberikan pelatihan singkat kepada para pengelola olahraga di kampus mengenai cara mendeteksi bakat sejak dini pada mahasiswa baru. Dengan sinergi ini, proses penjaringan tidak hanya terjadi setahun sekali saat ada turnamen, melainkan menjadi proses berkelanjutan yang berlangsung sepanjang tahun akademik. Mahasiswa yang terjaring kemudian dikelompokkan ke dalam kelas-kelas peminatan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari pelatih profesional yang didatangkan oleh Bapomi.