Kepulauan Nias dikenal dunia karena kekayaan budayanya yang sangat eksotis dan otentik. Salah satu warisan yang paling menonjol adalah tradisi ketangkasan fisik yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Namun, di tengah gempuran olahraga modern yang berbasis industri, banyak cabang olahraga asli daerah yang mulai terlupakan oleh generasi muda. Menanggapi kondisi kritis ini, BAPOMI Nias mengemban sebuah misi kebudayaan yang sangat penting, yaitu melakukan dokumentasi menyeluruh terhadap berbagai olahraga tradisional yang terancam punah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa identitas fisik dan budaya masyarakat Nias tidak hilang ditelan zaman.
Misi ini melibatkan tim mahasiswa yang dibekali dengan kemampuan riset dan videografi. Mereka terjun ke desa-desa terpencil untuk menemui para tetua adat yang masih menyimpan memori tentang permainan rakyat dan teknik bela diri kuno. BAPOMI Nias menyadari bahwa banyak dari olahraga ini tidak memiliki catatan tertulis, melainkan hanya diwariskan secara lisan dan praktik langsung. Oleh karena itu, proses pendokumentasian secara digital dalam bentuk foto, video, dan buku panduan menjadi sangat mendesak. Mahasiswa tidak hanya mencatat gerakannya saja, tetapi juga filosofi dan nilai-nilai luhur yang terkandung di balik setiap aktivitas fisik tersebut.
Salah satu fokus utama dalam proyek ini adalah menggali kembali variasi teknik lompat batu (Fahombo) yang mungkin belum banyak diketahui publik, serta permainan ketangkasan lainnya yang menggunakan peralatan dari alam. BAPOMI ingin membangkitkan kembali rasa bangga di kalangan pemuda Nias terhadap warisan leluhur mereka. Dokumentasi ini nantinya akan menjadi materi pembelajaran di unit kegiatan mahasiswa, sehingga olahraga tersebut bisa dipraktikkan kembali secara rutin. Upaya penyelamatan ini adalah bentuk nyata dari dedikasi kaum intelektual muda terhadap akar budaya yang telah membentuk jati diri mereka sebagai “Ono Niha”.
Tantangan dalam misi ini cukup besar, terutama dalam meyakinkan generasi tua untuk membagikan rahasia teknik yang terkadang dianggap sakral. Namun, dengan pendekatan yang hormat dan penuh apresiasi, tim mahasiswa berhasil mendapatkan kepercayaan tersebut. Data yang terkumpul akan dikelola secara profesional untuk menjadi arsip daerah sekaligus bahan promosi wisata budaya. BAPOMI percaya bahwa jika dikemas dengan baik, olahraga tradisional Nias bisa menjadi daya tarik global sebagaimana silat atau karate. Ini adalah langkah awal untuk membawa kearifan lokal ke panggung internasional melalui jalur olahraga yang terstruktur.
